Gubernur BI: Penguatan dolar berdampak ke Asia - Ada beberapa hal yang membuat ekonomi dunia bergejolak sehingga berdampak ke Asia, diantaranya penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam pembukaan pidato seminar, Agus Martowardojo mengingatkan selama ini Asia cukup tangguh untuk memimpin pertumbuhan global dalam 30 tahun terakhir. Namun saat ini ekonomi Asia mulai melambat, dimana perlambatan itu merupakan dampak dari ekonomi dunia yang sedang bergejolak saat ini.
Pengutan Dolar Berdampak ke ASIA
Laporan Dewi Rachmawati, di dalam pidato, Agus mengatakan, dalam kondisi yang terjadi saat ini pada pasar keuangan saat ini ada beberapa hal yang membuat ekonomi dunia bergejolak, sehingga berdampak ke Asia. Diantaranya penguatan dolar AS yang didorong oleh masalah ekonomi di Uni Eropa dan Jepang serta rencana bank sentral AS menaikkan suku bunga. Selain itu juga ada pelemahan harga komoditas, dan keputusan dari Tiongkok melemahkan Yuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Agus menambahkan, ekonomi Indonesia sudah melambat sejak 2013 mengikuti perlambatan ekonomi dunia. Hal ini harus dapat diatasi dengan kebijakan yang tepat. Stabilitas pertumbuhan menjadi seakan-akan sebuah keharusan, dimana ekonomi yang moderat dirasa sangat krusial untuk terus melaju. Fundamental ekonomi terus dijaga dengan baik, melalui perbaikan defisit transaksi berjalan, menjaga neraca perdagangan yang surplus, dan target inflasi 4 plus minus 1 pada 2015.
Stabilitas sektor keuangan harus dijaga dalam kondisi yang solid. BI selalu ada di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dimana Rupiah yang sepanjang tahun ini sudah melemah 12 persen.
0 komentar:
Posting Komentar